Sapalah Aku
Sudah hari kelima di bulan Maret, dan aku masih tetap menunggu. InsyaAlloh ada jalan. Allohu akbar :)
Hmm daripada bengong gak jelas, mending nulis. Lagi pengen nulis puisi nih.. Hayalanku sedang terbang dan menari-nari pada suatu waktu.. :D
Pada suatu waktu, kau akan ingat janjimu,
Dan kau akan kembali pada kekonyolan-kekonyolan itu.
Kau ingat??
Kekonyolan itu kau ciptakan sendiri sebagai perangkap.
Tapi, siapa yang hendak kau jerat dulu?
Apa aku termasuk di antara rentetan gadis-gadis centil itu?
Bila tidak, kenapa kau biarkan aku terperangkap?
Bahkan untuk beberapa waktu yang lama.
Namun bila ia, kau sangat berhasil.
Aku begitu suka caramu, sungguh.
Bisakah kau beri alasan atas semua perlakuanmu padaku?
Hah iya, kau tak akan menjawabnya.
Sepertinya kau marah padaku.
Atau mungkin sangat muak.
Entahlah.
Aku bosan terus menerka-nerka.
Boleh, kuungkapkan sesuatu kepadamu?
"Kelopak mata yang kau picingkan saat menatapku melumpuhkan seluruh saraf di otakku. Bibir yang kau sunggingkan itu selalu berhasil menenggatkan penatku. Wangi tubuhmu serupa dupa yang bisa menghadirkan sejuta magic dalam hari-hariku. Aku menggilai semua kekacauan yang kau buat itu. Bisakah kau hadirkan lagi semua itu saat ini? Bukan, bukan aku inginkan kau. Pikirku, itu semua sangat menentramkan hati. Hanya itu."
Kau bisa menerima itu?
Mengapa kau membisu hah??
Kau tak suka?
Sampai kapan kau akan seperti itu?
Tolong, sapalah aku.
Hanya sekedar ucapkan, "Baikkah hari-harimu saat ini?"
Itu saja cukup.
Kumohon...
Aku tahu, kau akan selalu ingat padaku sebelum janji itu kau penuhi.
Jadi, sapalah aku sekarang.
Komentar
Posting Komentar