Ternyata Cinta Tak Seperti yang Kutahu
Namaku Larasati. Aku lebih sering dipanggil Laras. Aku tidak tahu alasan krusial orangtuaku menamai demikian. Namanya cantik dan semoga pemiliknya secantik namanya. Begitu kata ibu. Entahlah. Tapi -entah kebetulan atau tidak- aku memang seorang anak perempuan yang cantik sejak kecil hingga dewasa nanti. Aku berkulit putih. Hidungku mancung. Mataku bulat dan berwarna biru tak seperti orang Indonesia kebanyakan. Bibirku indah. Aku punya gigi kelinci yang membuatku terlihat lebih lucu. Rambutku keriting dan berwarna pirang. Sungguh perpaduan yang indah kata orang. Dan ini adalah penggalan kisah hidupku. *** Namaku Laras. Usiaku 12 tahun. Namun aku lebih banyak memahami hal-hal yang seharusnya belum bisa dimengerti anak-anak seusiaku. Kelak saat aku jadi wanita dewasa, aku tak mau menikah. Pernikahan mesti melibatkan cinta dua arah. Tanpa itu, pernikahan pasti hancur. Lihat saja pe...