Postingan

Menampilkan postingan dengan label Surat...

Surat untuk Adik Perempuanku di Hari Lahirnya

Gambar
26 Juni 2015 U ntukmu, adik perempuanku,,  Assalamu’alaikum wr. wb. Aci… Surat ini sebenarnya Teteh berikan sebagai hadiah ulang tahun Aci yang ke-21. Teteh memang tidak pernah memberikan sesuatu sebagai kado di ulang tahun Aci karena di keluarga kita memang tidak ada tradisi seperti itu. Teteh ucapkan selamat hari lahir untuk Aci. Segala doa tulus dan terbaik dilimpahkan untukmu. Aamiin.  Yang pertama, Teteh doakan semoga sisa umurmu semakin berkah. Keberkahan itu biasanya ditandai dengan semakin berkualitasnya hidup kita, semakin tenang kita dalam beribadah, semakin santai kita dalam menghadapi kehidupan ini. Keberkahan tak ada hubungannya dengan berlimpahnya materi, tapi keberkahan bisa dirasakan dari lubuk hati kita yang paling dalam. Insya Allah. Aamiin.  Doa kedua, semoga menjadi wanita solehah yang tak pernah lelah memperbaiki diri agar selalu dekat dengan-Nya. Teteh senang sekali saat ini Aci sudah berubah dalam banyak hal, tentunya p...

Kepada Kamu, yang Namanya Tak Boleh Disebut

Tasikmalaya, 22 Januari 2013 Kepada kamu –yang namanya tak boleh disebut Barangkali pernah ada kata “kita” untuk beberapa saat yang lalu. Aku dan kamu, berdua meniti rasa yang mungkin terlalu dangkal kupahami kala itu. Kupikir segala tentang “kita” benar adanya. Namun ternyata, aku terjebak dalam dusta yang menjelma di balik balutan asmara. Tentunya kau masih ingat bukan apa yang pernah terjadi pada “kita”? Ah, kau tenang saja. Aku tak bermaksud mengeja kembali satu per satu khilaf yang pernah kau mainkan untukku. Tidak sama sekali. Aku hanya perlu menuliskan apa yang berlesakkan dalam benakku untukmu. Tak apa, bukan? Oh ya, sakit itu sudah berlalu sekarang, meski aroma luka itu masih dapat kucium dengan jelas. Bahkan, kenangan tentangmu pun masih selalu berkelebat di balik ranting basah usai hujan datang. Hm, aku tak akan mengelak jika bayanganmu memang masih dapat kutemui saat senja menghilang berganti pekat di pekarangan. Bukan karena aku tak mampu move on sepert...

Surat untuk Mantan Kekasih Adik Saya

Tasikmalaya, 3 Desember 2013 Kepada mantan kekasih adik saya Assalamu'alaikum warohmatulloh wabarokatuh Hallo, apa kabar? Semoga saja kamu baik-baik saja di suatu tempat. Emm, apa kamu masih mengingat saya? Saya harap kamu memiliki ingatan yang cukup bagus. Emm, ya, saya kakak perempuan dari perempuan yang pernah mengisi hari-harimu untuk beberapa waktu dulu. Saya sebenarnya tidak tahu harus menuliskan apa di dalam surat ini, tapi saya pernah berjanji kepada adik saya –mantan kekasih kamu– untuk menulis surat kepadamu. Baiklah, saya awali surat ini dengan ucapan terima kasih kepada kamu. Terima kasih kamu pernah membuat hari-hari adik saya seakan berada di hamparan bunga-bunga dahlia. Terima kasih karena pernah membuat senyumnya merekah di bibirnya yang indah, walau kini jarang sekali saya temukan senyuman seperti itu tersungging di bibirnya. Terima kasih juga karena dalam waktu yang sama kamu sebenarnya sedang melakukan tipu daya yang kejam padanya. Kepada...

Surat untuk Jodohku

Assalamu’alaikum wr. wb. Hallo, apa kabar? Perkenalkan, aku Tiara Purnamasari. Usiaku 23 tahun sekarang. Emm.. kurasa hal-hal lainnya bisa kau tanyakan kemudian. Ini hal konyol bukan? Ya, aku sendiri tidak tahu kenapa aku harus menulis surat kepadamu. Tapi, aku terinspirasi dari satu catatan yang kubaca di internet. Seorang lelaki menulis surat untuk jodohnya. Dan aku tertarik untuk melakukan hal yang sama. Hei, sedang apa kau sekarang? Dimana kau saat ini? Bagaimana hidupmu selama ini? Apa kau sedang mencariku sekarang? Ah, paling tidak apa kau sedang memikirkan aku saat ini? Tunggu, aku ingin tertawa. Bagaimana mungkin aku menulis surat ini pada seseorang yang benar-benar masih rahasia? Iya, karena aku tidak tahu sama sekali siapa yang akan menjadi jodohku. Mungkin saja aku mengenalmu, atau barangkali kita pernah bertemu. Tapi, mungkin juga kita sama sekali tak mengenal satu sama lain. Hemm..apa kau pernah berpacaran? Mencintai seorang wanita barangkali? Ah, pe...